суббота, 12 мая 2018 г.

Akuntansi forex


09. Ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam perusahaan harus dilaporkan sedemikian rupa seingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai dengan peraturan perundangan dan akta pendirian yang berlaku. Pada pokoknya, pengungkapan unsur ekuitas diharapkan secara jelas mengelompokkan modal disetor, saldo laba, selisih penilaian kembali aktiva tetap, dan modal sumbangan. Rincian tiap kelompok diperkenankan, selama tak bertentangan dengan Pernyataan ini. Akuntansi Ekuitas Untuk Badan Usaha Bukan PT 10. Akuntansi untuk ekuitas Badan Usaha bukan PT harus dilaporkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk badan usaha tersebut danal akuntansi keuangan yang berlaku khusus untuk industri yang bersangkutan, misalnya Koperasi. Akuntansi Ekuitas Untuk Badan Usaha Berbentuk PT 11. Modal saham meliputi saham preferen, saham biasa dan akun Tambahan Modal Disetor. Pos modal lainnya seperti modal yang berasal dari sumbangan dapat disaji-kan sebagai bagian dari tambahan modal disetor. Unsur Penambahan Modal Disetor PT 12. Akun Tambahan Modal Disetor terdiri dari berbagai macam unsur penambah modal, seperti agio saham, tambahan modal dari perolehan kembali saham dengan harga yang lebih rendah dari pada jumlah yang diterima pada saat pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh Kembali dengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saat perolehannya, tambahan modal dari perbedaan kurs modal disetor dan lain sebagainya. Akun Tambahan Modal Disetor tidak boleh didebit atau dikredit dengan pos laba rugi usaha maupun laba rugi luar biasa. Pencatatan Penambahan Modal Dlsetor PT 13. Penambahan modal disetor dicatat berdasarkan: a) Jumlah uang yang diterima. B) Setoran saham dalam bentuk uang, sesuai transaksi nyata. Untuk jenis saham yang diatur dalam bentuk Rupiah dalam akta pendirian, sectoran saham tunai dalam bentuk mata uang como dinilai dengan kurs berlaku tanggal colocação. Untuk jenis saham yang diatur dalam mata uang asing dalam akta pendiriannya, sectoran tunai baik Rupiah atau mata uang como harin dikonversi ke mata uang asing dalam akta pendirian sesuai kurs resmi yang berlaku pada tanggal sectoran, kecuali akta pendirian atau keputusan Pemerintah menentukan kurs tetap. Selisih kurs mata uang comoing yang timbul sehubungan dengan transaksi modal, harus dibukukan sebagai bagian dari modal dalam akun Selisih Kurs atas Modal Disetor dan bukan merupakan unsur laba rugi. C) Besarnya tagihan yang timbul atau hutang yang dikonversi menjadi modal. D) Setoran saham dalam dividen saham dilakukan dengan harga wajar saham, yaitu harga pasar tanggal transaksi untuk PT yang sahamnya terdaftar de Bursa Efek, atau nilai wajar yang disepakati Rapat Umum Pemegang Saham untuk saham yang tidak ada harga pasarnya. E) Nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima. F) Setoran saham dalam bentuk barang (inbreng), menggunakan nilai wajar aktiva bukan kas yang diserahkan, yaitu nilai avaliação tanggal transaksi yang disetujui Dewan Komisaris untuk PT yang sahamnya terdaftar de Bursa Efek, atau nilai kesepakatan Dewan Komisaris dan penyetor bentuk barang. Pencatatan Pengurangan Modal Disetor PT 14. Pengurangan modal disetor lazimnya dicatat berdasarkan: a) jumlah uang yang dibayarkan atau b) besarnya hutang yang timbul atau c) nilai wajar aktiva bukan kas yang diserahkan. 15. Pengeluaran saham dicatat sebesar nilai nominal yang bersangkutan. Bila jumlah yang diterima dari pengeluaran saham tersebut lebih besar dari pada nilai nominalnya, selisih yang terjadi dibukukan pada akun Agio Saham. 16. Bila ketentuan hukum yang ada memungkinkan penarikan kembali saham yang telah dikeluarkan, maka pencatatan transaksi ini dilakukan dengan mendebit akun Modal Saham dan mengkredit Modal Saham Yang Diperoleh Kembali sebesar jumlah yang dibukukan pada saat perolehan kembali saham yang bersangkutan. 17. Saham yang dikeluarkan sehubungan dengan penyertaan modal dalam bentuk penyerahan aktiva bukan kas atau pemberian jasa umumnya dinilai sebesar nilai wajar aktiva jasa tersebut atau nilai wajar saham yang bersangkutan, tergantung mana yang lebih jelas. Penebusan Penarikan Kembali Modal Saham PT Perolehan Kembali Saham Beredar dengan Custo Método 18. Jika perusahaan memperoleh kembali saham yang telah dikeluarkan, selisih antara jumlah yang dibayarkan pada saat perolehan kembali dengan jumlah yang diterima pada saat pengeluaran saham tidak diakui sebagai laba atau rugi perusahaan. Perolehan kembali saham yang telah dikeluarkan dapat dicatat dengan menggunakan cost atau Método do valor. Método do custo Dengan, saham yang diperoleh kembali dicatat sebesar harga perolehan kembali dan disajikan sebagai pengurang atas jumlah modal. 19. Saham yang dibeli kembali dicatat sesuai harga perolehan kembali, disajikan sebagai pengurang akun Modal Saham, untuk saham sejenis, disajikan dalam jumlah lembar dan nilai nominal. Kemudian, selisih harga perolehan kembali dengan nilai nominal disajikan sebagai pengurang atau penambah akun Agio Saham, desajuda por jenis saham dan Rupiah, dengan judul Tambahan (Pengurang) Agio Modal Dari Perolehan Kembali Saham. Apabila agio saham menjadi defisit (disagio) karena transaksi perolehan kembali, defisit tersebut dibebankan pada saldo laba. Perolehan Kembali Saham Beredar dengan Par Valor Método 20. Metode nilai nominal atau método do valor nominal lazimnya digunakan dalam hal saham yang diperoleh kembali tersebut akan dikeluarkan lagi dikemudian hari. Dengan metode nilai nominal (método do valor nominal), saham yang diperoleh kembali dicatat sebesar nilai nominal saham yang bersangkutan dan disajikan sebagai pengurang akun Modal Saham. Apabila saham yang diperoleh kembali tersebut semula dikeluarkan dengan harga diatas pari, akun Agio Saham akan didebit dengan agio saham yang bersangkutan. Dalam hal jumlah yang dibayarkan lebih besar dari pada jumlah yang diterima pada saat pengeluaran-nya, selisih tersebut dibukukan dengan mendebit akun Saldo Laba. Sebaliknya bila jumlah yang dibayarkan lebih kecil, selisihnya dianggap sebagai unsur penambah modal dan dibukukan dengan mengkredit akun Tambahan Modal Dari Perolehan Kembali Saham. Metode ini lazimnya digunakan bila perolehan kembali dilakukan dalam rangka penarikan saham. Perolehan Kembali Saham sumbangan 21. Saham yang diperoleh kembali dari sumbangan lazimnya dicatat sebesar jumlah yang diterima pada saat pengeluarannya dengan mendebit akun Modal Saham Yang Diperoleh Kembali dan mengkredit akun Modal Yang Berasal Dari Sumbangan. Pada saat saham tersebut dijual kembali, selisih antara jumlah yang tercatat dengan harga jualnya ditambahkan pada akun Modal Yang Berasal Dari Sumbangan. Bentuk Pembagian Dividen 22. Kewajiban perusahaan untuk membagi dividem timbul pada saat deklarasi dividen, dan denmi demikian pada saat tersebut saldo laba akan dibebani dengan jumlah deviden termaksud. Kewajiban yang timbul lazimnya disajikan dalam kelompok kewajiban lancar. Bila dividen dibagikan dalam bentuk aktiva bukan kas, maka saldo laba akan didebit sebesar nilai wajar aktiva yang diserahkan. Dasar pencatatan untuk pembagian dividem dalam bentuk aktiva bukan kas dan saham harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 23. Pembagian dividem termasuk dividen saham berasal dari saldo laba. Pembagian dividen saham adalah pembagian saldo laba kepada pemegang saham, yang diinvestasikan kembali oleh mereka dalam bentuk modal disetor. Pembagian dividen saham dicatat berdasarkan nilai wajar saham. Termasuk dalam pengertian nilai wajar adalah harga pasar saham PT yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek atau harga sesuai peraturan dalam Akta Pendirian PT yang sahamnya tidak terdaftar de Bursa Efek, dengan syarat telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham serta tak. bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Konversi Agio Menjadi Saham 24. Konversi agio menjadi saham digolongkan sebagai Modal Disetor sebesar nilai nominal. Konversi agio menjadi saham tak boleh digolongkan sebagai pembagian dividen. Penyajian dan Pengungkapan 25. Penyajian modal dalam neraca harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pada akta pendirian perusahaan dan peraturan yang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yang ada. 26. Modal dasar, modal yang ditempatkan de modal yang disetor, nilai nominal dan banyaknya saham untuk setiap jenis saham harus dinyatakan dalam neraca. 27. Bila terdapat lebih dari satu jenis saham, hak preferen dari suatu golongan saham atas dividen dan pelunasan modal pada saat likuidasi harus dicantumkan dalam laporan keuangan. 28. Dalam hal terdapat tunggakan dividem atas saham preferen dengan hak dividem kumulatif, jumlah tunggakan tiap saham dan jumlah keseluruhan dividem periode sebelumnya harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 29. Perubahan atas modal yang ditanam dalam tahun berjalan harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 30. Modal disajikan dalam neraca setelah kewajiban. Bentuk penyajiannya sesuai Akta Pendirian Badan Usaha tersebut, misalnya: saham adalah penyertaan modal dalam kepemilikan Perseroan Terbatas. 31. Pada perusahaan yang terdaftar pada bursa efek, saham dapat ditempatkan dengan dasar pesanan. Dengan dasar ini saham hanya akan dikeluarkan jika pemesan telah membayar penuh harga saham yang bersangkutan. Pesanan saham dicatat dengan mendebit akun Piutang Kepada Pemesan Saham dan mengkredit akun Modal Saham Yang Dipesan. Akun Modal Saham Yang Dipesan disajikan dalam kelompok modal di bawah akun MndaI Saham. Akun Piutang kepada Pemesan Saham sebesar sisa harga saham yang belum dilunasi dalam transaksi semacam ini lazimnya disajikan dalam kelompok aktiva lancar. Apabila piutang ini tidak dimaksudkan untuk ditagih dalam waktu dekat, akun ini dapat disajikan dalam kelompok mengurangi akun Modal Saham Yang Dipesan. Pada saat harga saham sudah dibayar penuh, akun Modal Saham Yang Dipesan akan didebit dan akun Modal Saham dikredit. Dalam hal pemesan gagal melunasi sisa pembayarannya, maka tergantung pada kebijakan perusahaan dan dilandaskan pada peraturan hukum yang berlaku, perusahaan dapat mengambil salah satu tindakan di bawah ini: a) mengembalikan jumlah pembayaran yang telah dilakukan b) mengembalikan jumlah pembayaran yang telah dilakukan dikurangi dengan jumlah Tertentu c) jumlah pembayaran yang telah dilakukan diakui sebagai unsur penambah modal dan disajikan sebagai tambahan modal dari pembatalan penjualan saham d) mengeluarkan saham yang sebanding dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan. Penyajian dan Pengungkapan Saldo Laba 32. Saldo laba menunjukkan akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba-rugi periode lalu. Akun ini harus dinyatakan terpisah dari akun Modal Saham. Seluruh saldo laba dianggap bebas untuk dibagikan sebagai dividen, kecuali jika diberikan indikasi mengenai pembatasan terhadap saldo laba, misalnya dicadangkan untuk perluasan pabrik, atau untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang maupun ikatan tertentu. Saldo laba yang tidak tersedia untuk dibagikan sebagai dividen karena pembatasan-pembatasan tersebut, dilaporkan dalam akun tersendiri yang menggambarkan tujuan pencadangan termaksud pembatasan-pembatasan yang ada harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 33. Saldo laba tidak boleh dibebani atau dikredit dengan pos-pos yang seharusnya diperhitungkan pada laporan laba rugi tahun berjalan. 34. Pengungkapan saldo laba harus meliputi: a) Pengungkapan penjatahan (apropriasi) dan pemisahan saldo laba, menjelaskan jenis penjatahan dan pemisahan, tujuan penjatahan dan pemisahan saldo laba, serta jumlahnya. Perubahan akun-akun penjatahan atau pemisahan saldo laba, harus pula diungkapkan. B) Peraturan, perikatan, batasan dan jumlah batasan di sekitar saldo laba, harus diungkapkan. Misalnya, selama perjanjian kredit berlangsung, perusahaan tak diizinkan membagi saldo laba tanpa seijin kreditor. C) Perubahan saldo laba karena penggabungan usaha dengan metode penyatuan kepentingan (agrupamento de interesses). D) Koreksi masa lalu, baik bruto maupun neto setelah pajak. Pengungkapan harus dilakukan dengan penjelasan bentuk kesalahan laporan keuangan terdahulu, dampak koreksi terhadap laba usaha, laba bersih dan nilai saham per lembar. E) Pengungkapan jumlah dividem a dividen per lembar saham, pengungkapan keterbatasan saldo laba tersedia bagi dividen. F) Tunggakan dividiu, baik jumlah maupun tunggakan por lembar saham. G) Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca, sebelum tanggal penerbitan laporan keuangan. H) Pengungkapan dividen saham dan pecah saham, pengungkapan jumlah yang dikapitalisasi dan saji ulang laba persaham (EPS) agar laporan keuangan berdaya bandas. Pengungkapan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca 35. Kewajiban pengungkapan kejadian penting setelah tanggal laporan keuangan dalam catatan atas laporan keuangan, seperti penjualan saham besar-besaran, deklarasi dividen setelah tanggal neraca sebelum tanggal Pendapat Akuntan Independen, rekapitalisasi dan transaksi modal yang lain. Pengungkapan Per Jenis Saham 36. Informasi tiap jenis saham harus diungkap terpisah dalam catatan atas laporan keuangan, meliputi: modal dasar modal ditempatkan atau dipesan belum disetor modal diseror harga pari, harga nominal por lembar perubahan lembar saham tiap jenis saham dan saldo nilai Rupiah per jenis Saham selama periode akuntansi hak istimewa atau hak mendahului batasan khusus dan penjelasan bila dapat konversi, tarif konversi. Pengungkapan Kerugian PT 50 dari Modal 37. Apabila perseroan menderita kerugian sebesar lima puluh persen dari modalnya, kewajiban untuk diumumkan dalam registrar kepaniteraan Pengadilan Negeri dan dalam Berita Negara, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan, selama Undang-Undang yang terkait masih berlaku. Pengungkapan Kerugian PT 75 dari Modal 38. Apabila perseroan mencapai akumulasi kerugian sebesar tujuh puluh lima persen dari modal, penjelasan bahwa demi hukum PT tersebut bubar, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan, selama Undang-Undang yang terkait masih berlaku. 39. Bila persyaratan modal minimum yang ditentukan oleh peraturan perundangan yang berlaku atau akta pendirian tidak atau belum dipenuhi, maka harus diungkapkan. Misalnya batas mínima modal disetor de jumlah pemegang saham PT yang sahamnya terdaftar de Bursa Efek. 40. Pengungkapan dividen meliputi: 8226 jumlah dividen 8226 dividendo por lembar saham 8226 bentuk dividen 8226 batasan saldo laba mínimo dalam kaitan dengan ketersediaan dividen 8226 hutang dividen 8226 hutang dividen per lembar saham 8226 pengumuman pembagian dividen, setelah tanggal neraca, sebelum tanggal Pendapat Akuntan Independen 8226 jumlah kapitalisasi dividir saham dan pecah-saham, por lembar dan jumlah keseluruhan dan 8226 laba por saham perlu disaji ulang (reformulado) berdasarkan jumlah saham yang setara setelah pecah-saham agar dapat diperbandingkan. Pengungkapan Saham Beredar Yang Diperoleh Kembali 41. Pengungkapan saham beredar yang diperoleh kembali meliputi: 8226 Saham beredar yang diperoleh kembali, metodo cost, disajikan sebagai pengurang jumlah Modal. Lembar saham yang diperoleh kembali dan dipegang perusahaan harus diungkapkan. 8226 Saham beredar yang diperoleh kembali, metode nilai pari (valor nominal), sebagai pengurang saham beredar (yaitu modal disetor) sejenis. Selisih nilai perolehan kembali dan nilai pari dijumlahkan atau dikurangkan pada Agio Saham sejenis. Lembar saham yang diperoleh kembali dan dipegang perusahaan harus diungkapkan. Pengungkapan Bagian Lain Ekuitas 42. Pengungkapan bagian lain Ekuitas (seperti saldo laba, agio, selisih penilaian kembali aktiva tetap dan cadangan) harus dilakukan secara terpisah, meliputi: 8226 perubahan selama periode akuntansi dan 8226 batasan distribusi. 43. Kuasi reorganisasi merupakan prosedur penataan kembali ekuitas yang dilakukan dalam hal perusahaan menderita kerugian terus menerus dan terdapat defisit dalam jumlah yang sangat material. Tindakan ini harus didasarkan atas keputusan formal para pemegang saham. Dengan kuasi reorganisasi, perusahaan menyelenggarakan dasar pembukuan baru yang membukukan aktiva tertentu sebesar nilai wajar yang lebih rendah dari nilai bukunya dengan mendebit akun Defisit dan manurunkan nilai nominal saham. Penyesuaian ekuitas berkenaan dengan tindakan termaksud harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Selisih Penilaian Kembali 44. Sesuai PSAK No.16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain, penilaian atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian berdasarkan harga perolehan. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan harus menjelaskan penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam penyajian aktiva tetap serta pengaruh penyimpangan tersebut terhadap gambaran keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam kelompok modal di antara tambahan modal disetor dan saldo laba dengan nama akun Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap. Akuntansi Mental Forex Dalam istilah sederhana, akuntansi mental yang berasal dari rekening mental istilah yang Mengacu pada metode beberapa orang mengkategorikan uang di klasifikasi berubah-ubah yang berbeda dan berdasarkan pada klasifikasi, mereka memutuskan cara terbaik untuk menghabiskan uang mereka. Efek ini dapat dipahami dengan contoh berikut mengatakan, peminum jus yang haus bersedia membayar 8 untuk sebotol jus saat dia berlibur - ia otomatis akan menempatkan konsumsi ini di akun mental pantai liburan, sekarang dia mungkin ragu-ragu untuk membayar jumlah uang yang sama untuk jus di Supermercado karena akan terjadi dalam akun jiwa pengeluaran supermercado nya. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa manuscrito memiliki kecenderungan untuk menempatkan peristiwa-peristiwa tertentu dalam kompartemen mental, dan perbedaan antara kompartemen ini kadang-kadang dampak perilaku kita terhadap peristiwa lebih dari peristiwa itu sendiri dilakukan. Akuntansi mental dalam Perdagangan Forex Kadang-kadang, investidor mungkin ragu-ragu untuk menjual sebuah investasi yang pernah memiliki keuntungan besar yang melekat pada mereka tapi sekarang hanya memiliki keuntungan mínimo untuk diperebutkan, selama ledakan ekonomi, orang cenderung terbiasa dengan banyak keuntungan dan ketika koreksi pasar Investidor de mengempiskan kekayaan bersih, mereka lebih berhati-hati ketika menjual dengan margem keuntungan yang lebih kecil. Mereka membuat kompartemen mental bagi keuntungan mereka pernah memiliki, menyebabkan mereka untuk menunggu kembalinya dalam jumlah yang sama atau lebih dari keuntungan. Keuntungan dan Kerugian Akuntansi Mental Forex Tak perlu dikatakan, akuntansi mental forex memiliki potensi untuk menjadi berbahaya bagi pedagang seperti ketika pedagang terus sadar mengkategorikan semua uang yang munkkin akan dibuat melalui perdagangan, ia mungkin membatasi diri diari memanfaatkan uang dengan cara yang ia ingin. Sebagai contoh, mungkin menyebabkan pedagang untuk mengklasifikasikan uang warisan dalam akun mental pendapatan tak terduga dan akan memilih untuk menghabiskan lebih bebas daripada uang yang mereka diletakkan di bawah akun mental gaji mereka, cara ini pedagang cenderung memperlakukan uang mereka dengan diskriminasi ketika melakukan investasi. Namun, akuntansi mental dapat menjadi alat yang berguna jika digunakan dengan benar, karena dapat membantu pedagang mencapai tujuan investasi tertentu bahwa ia mungkin telah ditetapkan untuk dirinya sendiri, misalnya, melalui akuntansi mental, pedagang mungkin telah menyisihkan uang untuk masa pensiun bahwa ia bisa digunakan dalam Perdagangan. Hal ini sangat membantu untuk para pedagang forex karena itu menggoda untuk hanya menggunakan semua uang di perdagangan tetapi akuntansi mental yang membantu mereka menahan diri dari mempertaruhkan jumlah tidak perlu besar uang dan memiliki sesuatu untuk jatuh kembali dalam kasus kebangkrutan mereka. Akuntansi mental forex hampir seperti cara sub-nurani memberikan semacam polis asuransi. Kesimpulannya, akun mental forex disangkal sebagai metode cerdas mengelola uang Anda dengan benar sebagai pedagang dan memahami dimana uang milik, daripada melihat itu semua sebagai sesuatu yang dapat dan harus mempertaruhkan pada perdagangan. Namun apa yang pedagang harus diingat adalah bahwa tidak peduli apa yang akun mental Anda menempatkan sejumlah uang tertentu, tidak akan ada dampak pada kekayaan Anda, karena rekening mental hanya mental itu saja.

Комментариев нет:

Отправить комментарий